“KEDUNG MALEM” POTENSI KEINDAHAN YANG TERLUPA

Masih ingatkah kita perjalanan menuju Kecamatan Kare pada edisi lalu? Sebuah wilayah dimana sebetulnya menyimpan banyak sekali potensi keindahan alam. Namun sayang, wilayah itu seperti kehilangan pamornya. Tidak banyak orang yang ingin berkunjung kesana. Oke, kali ini kita akan mencoba membahas pesona alam yang terletak di kecamatan tersebut.

Ya pada edisi ini, kami akan menyorot salah satu air terjun yang terletak di Desa Seweru, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Warga sekitar menyebutnya air terjun Kedung Malem. Air terjun ini berjarak kurang lebih 31 Km dari pusat kota Madiun.

Cukup mudah untuk menuju ke desa tersebut. Namun kami sarankan untuk menggunakan sepeda motor manual atau pun mobil yang tangguh. Kenapa? Karena typical jalan yang naik turun dan berbatu akan menjadi teman setia di sepanjang perjalanan.

Untuk menuju kesana, kita terlebih dulu harus sampai di Pasar Kare. Jika berangkat dari Madiun, tancap gas saja ke arah timur. Kita akan melewati Kecamatan Wungu, membelah kawasan hutan lindung, dan sampai lah kita di Pasar Kare. Tepat di pasar, aka nada pertigaan. Dari situ kita akan berbelok ke kanan menuju ke arah Kantor Desa Kare dan Kandangan. Ikuti terus jalan tersebut. Kita akan melewati perkampungan-perkampungan yang sangat asri.

Foto 1. Jalan berkelok-kelok menembus wilayah hutan lindung di Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

Kemudian kita akan menemui sebuah jalan bercabang. Lurus saja, masuk melewati gapura selamat datang. Disebelah gapura tersebut juga ada papan penunjuk kecil ke arah air terjun. Mulai dair sini jalanan agak kurang bersahabat karena semua jalan mulai terbuat dari batu dan semen cor.

Kurang lebih 500 meter dari gapura tersebut akan ada sebuah pertigaan kecil ke kiri. Kita bebelok ke kiri dan jalanan akan menurun. Hati-hati keran turunan ini cukup curam. Sekitar 300 meter kita akan sampai di sebuah perkampungan. Tepat ketika kita memasuki perkampungan, disebelah kiri akan ada gapura yang bertuliskan air terjun Kedung Malem.Kita masuk ke dalam dan disitu kita bisa menitipkan kendaraan kita di rumah warga.

Foto 2. Vegetasi di wilayah leren Wilis masih sangat lebat dan liar. Suasana khas hutan hujan tropis.

Dari penitipan kendaraan tersebut. Kita diharuskan berjalan kaki sekitar 1,5 Kilometer untuk bisa menacpai air terjun tersebut. Saya sarankan untuk memakai alas kaki yang sangat kuat dan anti selip yaitu sandal gunung atau sepatu gunung. Kita akan berjalan mengikuti jalan yag terbuat dari semen cor. Kurang lebih 500 meter kemudian, kita akan sampai di lahan yang dipenuhi bambu. Sesampai di lahan bamboo, tengoklah kea rah kiri dan kita akan menemukan jalan setapak kecil menuruni bukit. Saya ingatkan berhati-hatilah karena setapak ini sangat lah licin dan sempit. Kita diharuskan menuruni bukit ini hingga habis sampai ke dasar. Di dasar bukit akan ada sungai.

Foto 3. Jalan setapak menurun curam menuju bibir sungai. Setapak yang masih berupa tanah seperti ini sangat licin ketika basah.

Perjalanan masih belum berakhir. Dari sungai ini kita diharuskan berjalan menyusuri tepian sungai ke arah sumber air. Ya kita akan berjalan melewati sungai, jadi jangan pernah takut basah atau kotor. Track nya pun cukup menantang, kita harus pandai-pandai memillih batu pijakan untuk dilewati. Perjalanan mengarungi sungai ini akan berlangsung sejauh 300 meter. Namun susah payah kita akan terbayar sudah. Sampai lah kita di air terjun Kedung Malem.

Foto 4. Air Sungai yang masih jernih dipadu dengan intensitas tumbuhan yang lebat khas hutan hujan tropis.

Masih sangat sangat asri. Luar biasa, kawasan hutan yang masih sangat lebat khas hutan hujan tropis. Udara pun masih sangat sejuk dan terpaan embun air terjun terasa sangat segar ketika mengenai wajah. Sungguh tidak bisa dipercaya jika tempat ini ada di Madiun.

Foto 5. Air Terjun Kedung Malem yang terletak Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun.

Foto 6. Masih sangat alami. Itulah salah satu yang membuat air terjun ini menarik perhatian kami. Airnya pun sangat jernih. Mengalir dari atas lereng Gunung Wilis.

Setelah dirasa cukup mengabadikan keindahan alam disana. Kami pun bergegas kembali ke atas. Kami kembali menyusuri sungai kembali ke tempat pendaratan awal. Selanjutnya bisa ditebak, apa yang akan terjadi jika kita kembali naik dari sebuah air terjun? Ya tanjakan yang gila-gilaan. Tanpa bonus dataran apalagi turunan, dan yang pasti akan terus menanjak.

Benar-benar perjalanan yang luar biasa. Tempat yang wajib dikunjungi bagi mereka yang ingin merasakan dan menikmati alam. Alam yang belum banyak terkotori oleh tangan-tangan jahil manusia. Dan sekali lagi, keindahan itu ada di Madiun.

Comments

comments