NEXT Exploring Gunung Kidul (Part 1)

 

Bulan lalu, merupakan bulan yang saat istimewa bagi kami untuk kembali menyapa alam. Libur panjang yang terpampang di kalender pun segera kami manfaatkan. Dan NEXT pun berencana untuk menjelajahi pantai-pantai di wilayah Gunung Kidul, D.I. Jogjakarta. Siapa yang tidak tahu Jogjakarta, semua orang Indonesia bahkan dari manca negarapun tahu. Jogjakarta terkenal dengan istilah kota pelajar, karena dikota ini ada lebih dari 120 sekolah dan perguruan tinggi. Selain perdikat itu, Jogjakarta juga dikenal dengan nuansa alamnya yang sangat indah dan memikat, apalagi wisata pantainya, beeehhh… :D.

Ngomong-ngomong wisata pantai yang eksotis, Jogjakarta memiliki permata yang tersembunyi di selatan. Kabupaten Gunung Kidul lah tempatnya, dia menyimpan puluhan tenpat-tempat eksotis baik itu pantai, pegunungan, maupun gua-gua air dalam tanah. Gunung Kidul merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta. Kabupaten ini beribukota di Wonosari. Sebagian besar wilayah kabupaten ini berupa perbukitan dan pegunungan kapur yang merupakan bagian dari Pegunungan Sewu. Gunungkidul dikenal sebagai daerah tandus namun menyimpan beragam potensi, baik wisata, budaya maupun kuliner yang unik.

Saya bersama tujuh orang teman saya yang tergabung dalam NEXT “Nature Expedition Team” memulai perjalanan menuju TKP. Kami berangkat pukul enam pagi dari madiun. Dibutuhkan waktu kurang lebih empat jam untuk sampai di Gunung Kidul. Itupun kalo lancer hehehe… Saat itu kami berangkat pagi buta, so far tak ada kendala yang berarti kecuali masalah perut yang gak bisa di ajak kompromi hahaha… Akhirnya setelah sekitar dua jam perjalanan, kamipun beristirahat di waduk yang bernama waduk Gajah Mungkur. Waduk indah ini terletak di wilayah Wonogiri, Jawa Tengah.

Terlihat seorang nelayan menaiki perahunya untuk menjala ikan di waduk Gajah Mungkur

Selesai menunaikan sarapan pagi, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Gunung Kidul. Perjalanan panjang pun kembali kita laui, dengan jalan yang berkelok-kelok dan pemandangan persawahan khas Indonesia. Beberapa menit sebelum masuk ke Kabupaten Gunung Kidyul, kurang lebih 10 Km dari pintu masuk Kabupaten Gunung Kidul, terdapat loket wisata yang mana kita diwajibkan membayar Rp. 9.000,- per orang plus Rp. 1.000 untuk asuransi. Lepas dari loket dan tak seberapa jauh terlihat jalur menuju pantai Sadeng, Wedi Ombo dan Krokoh. Namun saya bersama tim tidak singgah ke pantai itu, kami memfokuskan ke Pantai Pulang Sawal (Indrayanti).

Perjalanan panjang menuju Pantai Pulang Sawal pun kembali kita lahap. Eksotisme jalur selatan ini memang nggak ada matinya, Indonesia banget! Cukup lama perjalanan dan akhirnya kami sampai. Sesampainya disana saya agak terkejut melihat perkembangan selama tiga tahun terakhir. Pantai ini sungguh ramai pengunjung, banyak rombongan bus-bus dari dalam maupun luar daerah yang singgah di pantai ini. Mungkin karena pengelolaannya yang bagus hingga pantai ini menjadi salah satu pantai terfavorit di Gunug Kidul untuk disinggahi. Kami memarkir kendaraan kami dan beristirahat melepas kepenatan selama perjalanan di gazebo yang sudah disediakan pengelola pantai. Sambil menikmati semilir angin dan desiran ombak pantai yang landai.

Yang unik dari pantai ini terdapat bukit karang yang dibawahnya tergerus abrasi air laut yang ditumbuhi biota-biota laut seperti rumput laut dalam hati saya berkata, “enak nih kalo di bikin es campur, seggerr :D” tampak indah dan alami.

Hamparan rumput laut tumbuh subur menghijau dibawah karang

Pantai pulang sawal terlihat cantik dari atas bukit karang

Diatas, tentu saja bukit karang, disinilah alasan kenapa kami singgah pertama kali di pantai ini, karena disini kita bias melihat sunset langsung. Melihat matahari ditelan luasnya hamparan laut, disini merupakan view point yang ciamik mengabadikan momen-momen indah saat matahari terbenam dan juga buat tempat narsis tentunya hahaha..

Sunset di pantai Pulang Sawal

Hingga gelappun datang menutupi langit, kami memutuskan mencari penginapan tapi diluar area Pantai Pulang Sawal ini, kenapa? Karena penginapan disini mahal-mahal :P,  kami memutuskan menuju Pantai Kukup tang berlokasi di sebelah barat Pantai Sepanjang. Namun, sebelum bergegas, kami sempatkan mampir ke rumah makan Pak Ngatno yaitu Griyo Wono karena lokasinya memang kebetulan satu arah ke pantai. Pak Ngatno ini adalah seorang mantan lurah yang dulunya seorang polisi. Dan beliau sekarang kembali bertugas sebagai Kapolsek didaerah setempat. Kami sudah mengenal baik beliau sejak 3 tahun yang lalu. Orangnya sangat ramah dan sangat visioner dalam memajukan masyarakat sekitar.

Setelah selesai beristirahat sejenak untuk mandi dan lain-lain, kami memutuskan bermalam di penginapan Kukup Indah, yang jaraknya hanya 50 m dari bibir Pantai Kukup. Kami melepas penat seharian setelah perjalanan panjang yang telah kami lalui, saatnya beristirahat bersiap untuk catatan besok hari.

Catatan singkat ini pun saya tutup. Dan bersiap untuk catatan kecil lagi keesokan harinya. NEXT Exploring Gunung Kidul #day 2

 

Teks oleh Farid Syaiful
Foto oleh Farid Syaiful dan Kristiyan Andi

 

Comments

comments