NEXT: EXPLORING WEST PART OF EAST JAVA

PART 1 – LAWU’S BEAUTY & ITS HERITAGE

Teks oleh Yudi Indra Setyawan

 

Jawa Timur, salah satu provinsi tertua yang terdapat di Pulau Jawa. Keindahan alamnya telah dikenal oleh seluruh masyarakat dunia. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Taman Nasional Baluran, Pantai-pantai selatan yang eksotis, gua-gua alami di Pacitan dan pegunungan-pegunungan indah telah menjadi kontributor utama provinsi ini.

NEXT kali ini akan mencoba mengekplorasi Jawa Timur dimulai dari sisi barat provinsi ini. Sebuah gunung yang menjadi pembatas antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sebuah gunung yang disakralkan oleh Sinuwun Kesultanan Solo. Dengan tinggi, 3.265 mdpl, Gunung Lawu telah menjadi ikon tersendiri bagi warga Jawa Timu bagian barat dan Jawa Tengah bagian timur.

Perjalanan kami pun berawal dari sebuah desa bernama Ngancar yang terletak tepat di bawah Telaga Sarangan, Kabupaten Magetan. Bertempat di rumah salah satu penduduk bernama Pak Wagimin, kami mulai merencanakan perjalanan kami untuk menelusuri daerah eksotis di lereng Gunung Lawu.

Keramahan penduduk lokal membuat perjalanan kami menjadi lebih bermakna. Di rumah Pak Wagimin pun kami disuguh dengan hidangan dadakan yang sangat istimewa bagi kami; mie rebus, telor ceplok, dan tempe. Suasana ramah pun tercipta hingga kami bersiap untuk istirahat malam dan menyambut datangnya sang surya esok.

Pagi itu pukul 04.00 WIB, kami terbangun dan bergegas keluar rumah untuk melihat cuaca Sangat cerah subuh itu. Selesai kami menyiapkan perbekalan dan melakukan sholat subuh, kami pun berangkat menyusuri lereng Gunung Lawu dan pedesaan yang ada di sekitarnya.

Udin, anak Pak Wagimin, bersedia menemani kami melakukan eksplorasi. Baru lulus dari sebuah SMK, Udin pun kini bekerja sebagai seorang maintenance di sebuah pusat perbelanjaan di Madiun. Berbekal informasi dari dia, kami bertiga pun tancap gas menuju Telaga Sarangan.

Melewati jalanan terjal dan curam yang menanjak, dia membawa kami menuju sebuah villa kosong yang lokasinya tepat berada di atas telaga. Disana dia mempersiahkan kita untuk enikmati keindahan desanya dengan latar belakang Telaga Sarangan. Tanpa basa-basi, kami pun segera menyiapkan peralatan tempur kami, tidak lupa kami menggelar matras dan menyalakan kompor plus teko air untuk membuat kopi. Sebuah citarasa khas Indonesia dan semangat di pagi hari.

Benar saja, pemandangan dari atas sini begitu indahnya. Lautan awan menggulung layaknya ombak disaat bulan purnama. Rekan saya pun segera mengambil gambar untuk mengabadikan momen ini.

Sunrise dari salah satu villa di lereng Gunung Lawu

Telaga Sarangan yang terletak di lereng Gunung Lawu nampak begitu indah.

Beberapa penginapan dan Hotel disekeliling telaga terlihat seperti mengambang diatas awan.

Luar biasa indahnya desa di lereng Lawu ini. Kami bertiga menikmatinya sambil meneguk sedikit demi sedikit kopi panas yang tadi kami hidangkan.

Setelah dirasa cukup, kami bertiga pun melanjutkan perjalanan menuju titik paling ujung desa ini. Perjalanan turun pun menjadi sangat mengesankan. Di sepanjang perjalanan kami disuguhi oleh pemandangan yang luar biasa indahnya. Tanpa dikomando, kami pun segera menghentikan laju sepeda motor dan mengambil gambar di sepanjang perjalanan. Amazing..

Pemandangan luar biasa di sepanjang jalan berkelok di sisi-sisi gunung.

Jalanan pedesaan menuju perkampungan di sekitar Telaga Sarangan.

Sepanjang perjalanan tidak henti-hentinya kami terkagum oleh indahnya kontur alam di lereng Lawu ini. Motor kami pun melibas jalanan berbatu dan berpasir dengan gagahnya mencoba mencari tahu ujung jalan desa ini.

Dan sampailah kita di ujung desa ini dan juga ujung jalan dari desa ini. Dan ternyata adalah: jalan buntu hahaha… Tertawa, kesal, penasaran, semua bercampur aduk disitu. Daripada balik arah, kami pun kembali menggelar matras dan menyiapkan makan siang disitu. Dan memang luar biasa sekali tempat ini. Kami pun baru menyadarinya dan bergegas mengambil peralatan gambar kami sembari menikmati santapan siang itu.

Tuhan memang Maha Besar. Dialah pencipta segala keindahan di dunia ini.

Pemandangan indah dari salah satu sudut desa.

Semangat dan masih terus semangat. Kami pun berencana melanjutkan perjalanan lagi ke arah barat menuju ke perbatasan Jawa Tengah. Tujuan kami berikutnya adalah sisi barat Gunung Lawu yang teritorinya sudah masuk ke Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Disitu terdapat sebuah bangunan kuno berupa candi. Banyaknya kebudayaan lokal dan daerah yang masih belum terjamah keindahannya oleh kamera membuat kami tergerak untuk mengabadikannya. Mari kita mulai dari sisi barat gunung ini. (yud)

 

Comments

comments