Went Down to Savanna

Orang-orang biasa menyebutnya savanna, lava-view, atau bahkan bukit teletubies. Ya itu tergantung visualisasi mereka. Dalam sajian sebelumnya, saya berkata mengenai suatu tempat bernama Jemplang. Dimana pemandangan seluruh savanna terlihat denga sangat jelas. Kali ini mari kita mencoba turun untuk melihat savanna lebih dekat. Apakah masih sebagus jika dilihat dari atas bukit?
Di Jemplang ada pertigaan penting, tepat setelah pos pemeriksaan, jika lurus, kita akan menuju ke Ranupani (termasuk ke pos pendakian ke Semeru) dan Lumajang. Jika ke kiri, turun, kita akan menuju ke savanna, padang pasir, dan komplek Gunung Bromo.
Nah sekarang saya mencoba turun belok ke kiri. Jalannya sangat tidak bagus di dekat pertigaan, mungkin belum diperbaiki. Karena akhir-akhir ini pemerintah kabupaten Malang melakukan pengaspalan jalan-jalan menuju Bromo dari arah Malang. Untuk mempermudah akses masyarakat dan arus wisatawan mungkin. Jika mengendarai sepeda motor, berhati-hati lah selalu di rute ini. Terutama dengan kendaraan yang berasal dari arah berlawanan. Sempit sekali lebar jalannya. Terus turun dengan kelokan-kelokan tajamnya. Di sisi kiri, hijaunya savanna ini mendominasi seluruh pemandangan.
 
Jalan berkelok menuju savanna. Sepanjang jalan kita akan disuguhi lautan hijau rumput seperti ini
Sebuah Jeep 4×4 sedang melaju menuju ke Gn. Bromo melalui savanna ini
Sepuluh menit berkendara santai, tibalah kita di dasar savanna. Hmm… kalian nilai sendiri keindahannya. Menurutku, savanna ini memiliki pesona tersendiri jika dilihat langsung dari bawah. Hamparan luasnya langsung terasa. Seolah kita berada di alam lain. Di negera lain. The lost world.
 
Jalan berbatu ini yang mengantarkan kita menuju savanna
 
  Luasnya savanna membuat kita merasa kecil di tempat ini
Tadinya nih, dulu waktu pertama lihat tempat ini dari atas. Saya berpikir bahwa yang di bawah itu adalah rumput-rumput segar gemuk berwarna hijau muda. Ingin rasanya bergulung-gulung disitu. Tapi, begitu kita turun ke bawah. Hmm… rumput-rumput tinggi dan yang keras batangnya lah yang kita jumpai. Silahkan yang mau mencoba gulung-gulung? Hahaha…
Di savanna ini ada sebuah tempat yang begitu menarik perhatian. Yaitu sebuah pohon yang berdiri di bawah tebing terjal sebelah kanan. Pohon ini berdiri sendirian. Menyendiri menahan angin yang datang dari lembah. Tempat yang menarik unutk menikmati pemandangan.
 
  Di sisi kanan, dekat dengan tebing, kita akan melihat hanya ada satu pohon ini
Jika kita melihat ke sisi tebing. Kita pasti akan takjub. Garis-garis berlapis di sisi tebing seolah mempu menunujukkan usia bebatuan yang ada disini. Berdasarkan informasi dari Balai Besar Taman Nasinal Bromo Tengger Semeru, dulu komplek pegunungan Bromo dan Semeru merupakan satu kesatuan. Ya gunung-gunung itu, savanna, dan padang pasir yang ada disana adalah akibat letusan dari satu gunung, yaitu Gunung Tengger (4,071mdpl)
Gunung itu meletus sekitar 24,000,000 tahun yang lalu. Gunung Tengger ini berdampingan dengan Gunung Semeru. Gunung ini kemudian meletus sehingga puncaknya terpapas dan bekas letusannya membentuk caldera berupa padang pasir yang ditengahnya muncul gundukan/tanah yang disebut dengan Gunung Bromo, Gunung Widodaren, dan Gunung Batok. Pusat dari Gunung Tengger itu sendiri adalah gunung Bromo yang kini masih mengeluarkan asap yang menandakan bahwa gunung ini masih aktif.
Bahkan para ahli berpendapat bahwa di padang pasir hingga savanna itu dulunya sempat terendam air. Tidak diragukan lagi, ada bekas lapisan-lapisan batuan di tebing yang seperti tergerus air. Mirip dengan kolam yang terkuras dan pasti memiliki penanda permukaan air di tepiannya.
 
Seperti bekas batuan yang terkikis air. Layaknya sebuah kolam yang dikuras.
Sekarang bayangkan, tempat yang saat ini kita pijak adalah dasar dari sebuah danau purba. Woww..
Sangat disarankan bagi kalian semua untuk pergi kesini. Pemandangan seperti ini hanya ada di Indonesia. Tentu kalian tidak akan menyangkan bukan? Terus eksplore dan bagikan pesona negeri ini kepada semua. Kepada seluruh dunia.
 
 Matahari bersinar dengan cerah. Menghidupkan warna di savanna.
Teks dan foto oleh Yudi indra Setyawan

Comments

comments